Minggu, 30 Mei 2010

LAYANAN UNTUK MENYUARAKAN PENDAPAT

06 Feb 2010

* Koran Tempo
* Teknologi

Pengguna bisa membuat topik jajak pendapat sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang sering kali memiliki pendapat yang berbeda-beda ketika menyikapi sebuah masalah. Pro dan kontra dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara tentu menjadi hal yang jamak dan biasa terjadi. Kendati sudah menentukan sikap, orang kerap kali tidak tahu harus menyalurkan ke mana pendapatnya itu.

Seperti soal wacana pencopotan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di tengah sengkarut masalah bailout Bank Century. Atau mungkin soal penting atau tidaknya infotain-men bagi pemirsa televisi. Bisa saja Anda atau orang di sekitar Anda ingin menyikapinya, tetapi tak tahu ke mana harus."bersuara".Nah, belum lama ini lahir sebuah situs baru, Tentukan.com (http://tentukan.com).Bisa dibilang situs ini bakal menjadi tempat "penyaluran" bagi mereka yang rak tahu harus ke mana ketika ingin menentukan sikap atas permasalahan yang kerap kali muncul di masyarakat.

Situs yang dikembangkan oleh FT Lintas -Batas-ini adalah layanan online untuk publik yang ingin menyuarakan kepentingannya melalui petisi, jajak pendapat (polling), atau debat. Lintas Batas adalah perusahaan yang membawahkan Dagdigdug Indonesia, layanan ueb hosting lokal yang produktif meluncurkan sejumlah situs web model user generated content dan user mo-dernted content.Seperti halnya situs-situs keluaran Lintas Batas yang tergabung dalam "keluarga" situs Saling Silang (ItttpS/salingsilang.coni), Tentukan.com merupakan situs user generated content. Dengan demikian, situs ini juga mempersilakan penggunanya untuk mengelola, mengisi, dan memoderasi situs bersama-sama.

Tenrukan.com menyediakan beberapa fitur, antara lain Polling, Rating, Dukungan, Debat, dan Petisi. Karena ini situs model user generated conlenf, pengguna yang telah terdaftar menjadi anggota juga bisa membuat polling, rating, dukungan, debat, maupun petisi sendiri secara gratis.Jajak pendapat di sini adalah cara untuk mengukur opini publik secara online tentang suatu hal berdasarkan sampel tertentu. Menurut salah satu pengelola Tentukan.com, Yusro M. Santoso, topik yang bisa dilakukan jajak pendapat di sini tak cuma politik atau masalah yang sedang aktual di masyarakat."Tetapi bisa saja untuk mengukur opini publik tentang produk," ujarnya kepada iTewpo, Rabu lalu. Misalnya bagaimana pendapat publik tentang telepon seluler BlackBerrv dibanding iPhone. Atau mana yang lebih dipilih update status di Facebook atau Twitter.

Sedangkan fitur Rating adalah untuk menentukan seberapa jauh penilaian publik terhadap topik bahasan yang kita tentukan. Misalnya soal sterilisasi busivay dari kendaraan lain. Karena ingin mencari rating, fitur ini menyediakan beberapa jawaban yang bisa dipilih publik. Apakah setuju, ragu-ragu, atau tidak setuju dengan wacana tersebut.Adapun Dukungan adalah fitur untuk mencari dukungan dari komunitas kita sendiri atau masyarakat luas tentang suatu hal yang sedang direncanakan. Misalnya dukungan untuk mempertahankan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan atau dukungan terhadap Pulau Komodo agar menjadi bagian dari tujuh keajaiban dunia baru.

Fitur yang mirip Dukungan adalah Petisi. Fitur ini untuk menyampaikan permintaan secara tertulis kepada pemegang otoritas, baik lembaga maupun pemerintah, buat melakukan sesuatu hal. Yang agak berbeda adalah fitur Debat. Ini adalah fasilitas untuk memperdebatkan dua pendapat yang berbeda tentang suatu hal. Di fitur Debat ini, pendapat yang pro maupun kontra ditampilkan berhadapan, untuk menunjukkan "pertarungan" dua sikap yang berlawanan.Menurut Yusro, meski Tentu-kan.com baru sekitar dua pekan muncul di ranah maya, pengguna yang telah memberikan suaranya di situs ini cukup banyak, lebih dari 670 orang, dengan hampir 300 orang memberi komentar. "Di antara kelima fitur itu, Polling masih yang terbanyak menjaring pendapat," katanya.

Karena tergolong baru dan belum diluncurkan secara resmi, beberapa topik jajak pendapat di Tentukan.com "ditempelkan" di situs-situs lain dalam keluarga Saling Silang.com. "Misalnya polling untuk memilih demo masaknya Farah Quinn atau Bara Pati-radjawane, juga di-embed di situs Langsung Enak, yang membahas kuliner," ujar Yusro.Selain bisa membuat topik sendiri, ke depan pengguna bisa menampilkan jajak pendapat yang dibuatnya di blog pribadi masing-masing. "Tapi fitur ini belum diluncurkan karena Tentukan.com masih\3alam tahap uji coba," kata Yusro. Ayo, saatnya menentukan pendapat, fl) dimas

DJARUM INDONESIA OPEN Day 2 - Olympic Bronze Medallists Exit Early

Women's singles highlights were the talk of the day as Japanese teenager Sayaka Sato eliminated the top seed while two local Marias had different fortunes in first round action at the 2009 Djarum Indonesia Open Super Series.

By Ira Ratnati and Aaron Wong, Badzine Correspondents. Photos: Badmintonphoto (live)

The badminton action heated up quickly when the Beijing Olympic Silver medallist, Xie Xingfang (CHN) came up against Bronze medallist and last year's runner-up of this tournament, Maria Kristin Yulianti (INA). Xie shut out Yulianti in the entire first set by earning a 4-point buffer at the interval which she extended to 18-11 and there was no turning back. The Indonesian raced off in the second set but Xie leveled it at 3-3. They found themselves at 17-17 and then Yulianti took a 2-point lead only to be reeled in again at deuce 20-20 and 21-21 before Xie took the 2 point lead that really mattered and finished off the match.

The huge and unexpected upset of the first day of the main draw was the qualifier from Japan, Sayaka Sato (pictured below), ranked 61st in the world claiming the biggest scalp of her young career in defeating last week's Singapore Open champion and Athens Olympics bronze medallist , Zhou Mi of Hong Kong in 43 minutes.

It was hardly alarming that Zhou lost the first set and won the second as she is known as a slow starter but the Japanese held her own nerve in the neck-and-neck decider to seal an ecstatic victory at 21-19.

io2009d2-SayakaIndonesian youngster Maria Febe Kusumastuti (pictured above) will be waving the red and white flag into the next round after she exacted revenge over fifth seed and former world #2 Pi Hongyan (FRA) for last year's first round defeat. This time Kusumastuti clinched the first game 24-22 and let go of the second 6-21 after evaluating that her 10-point deficit was not worth rescuing and that it would be best to concentrate on the third.

"In the third game, it seemed Pi was so eager to end it quickly but she couldn't ... I followed her flow and let her attack me and tried my best to return it. She made mistakes which became my advantage. I felt if I played with the same tempo as her I bet I'd run out of energy," explained the happy and relieved Kusumastuti as she sculled down a bottle of ionic drink after the expected exhausting encounter against the Frenchwoman.

Most of the other women's singles matches went as expected although Malaysia's Wong Mew Choo struggled with a Korean upstart for the second consecutive week and again failed to make it past the first round. This time, it was the even lower-ranked Kim Moon Hi who stood in Wong's way and the tall twenty-year-old wrapped up the match in straight games.

Andre Kurniawan Tedjono, the next generation of Indonesian men's singles, faced Lin "Super Dan". The Super Dan, who skipped the Singapore Open, won in straight sets 21-13, 22-20. Post-match, Tedjono remarked how it was a great pleasure to play a shuttler of Lin 's calibre and predicted that it would be very tough for anybody to overcome him.

Compatriot and eighth seed Simon Santoso fared better with the slimmest of wins over Denmark's Jan O Jorgensen 16-21, 21-8, 21-19, and will need his A-game again against Park Sung Hwan (KOR) in the next round.


io2009d2-Flandy-AnastasiaIn mixed doubles, the new Russian-Indonesian combination of Anastasia Russkikh and Flandy Limpele (pictured) - the latter himself a bronze medallist in men's doubles at the Sydney Olympics - are out and the even newer partnership of Vita Marissa / Hendra Aprida Gunawan proceed to round 2 for a delicious meeting with Singapore Open winners Ma Jin / Zheng Bo of China. Korea made strong advances with four mixed doubles pairs through and these sent Indonesian, Russian, Polish and English opponents to the bench early.

All in all, it was a day of win-one-lose-one, here and there, for Indonesia but the major hopes of the nation in every badminton discipline, plus their favourite son Taufik Hidayat, are still in contention.

Perubahan Peraturan Ujian Nasional 2010, Permendiknas Nomor 84 Tahun 2009

Posted on 18 Desember 2009 by rudisisyanto

Mendiknas, Mohammad Nuh, telah mengeluarkan peraturan terbaru tentang Ujian Nasional tertanggal 14 Desember 2009, yakni Permendiknas Nomor 84 Tahun 2009 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasioal Nomor 75 Tahun 2009 Tentang Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB dan SMK Tahun Pelajaran 2009/2010.

Tidak banyak memang yang berubah, namun beberapa hal cukup melegakan; meskipun masih ada juga yang belum puas. Adapun perubahan tersebut ringkasnya adalah

1. Pelaksanaan UN untuk SMP/SMPLB dilaksanakan pada minggu keempat Maret 2010.

2. Masalah Penggandaan bahan UN SMA/MA

3. Pemberian wewenang kepada Perguruan Tinggi dalam pelaksanaan dan pengawasan UN SMA/MA; tim pemantau independen (TPI) UN SMP/MTs, SMPLB, SMALB dan SMK

4. Tempat pelaksanaan Ujian Nasional di sekolah/madrasah penyelenggara UN.

5. Pengawas Ujian Nasional.

PP 10/2010 Tentang Kawasan Hutan Menjawab Dinamika Pembangunan Nasional

Senin, 1 Maret 2010 16:41 WIB | Rilis Pers | | Dibaca 631 kali

Jakarta, 1/3 (ANTARA) - Peraturan Pemerintah ini prinsipnya mengatur kawasan hutan dapat diubah peruntukan atau fungsinya. Meskipun perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan tersebut harus berazaskan optimalisasi distribusi fungsi dan manfaat kawasan hutan secara lestari dan berkelanjutan dengan memperhatikan keberadaan kawasan hutan dengan luasan yang cukup dan sebaran yang proporsional. Hal tersebut untuk menjaga terpenuhinya keseimbangan manfaat lingkungan, manfaat sosial budaya, dan manfaat ekonomi.

Perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan dapat dilakukan melalui mekanisme perubahan parsial atau perubahan untuk wilayah propinsi. Perubahan kawasan secara parsial dilakukan melalui tukar menukar atau pelepasan kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi. Tukar menukar kawasan hutan dilakukan pada hutan produksi terbatas dan hutan produksi tetap.

Tukar menukar kawasan hutan dilakukan untuk kepentingan pembangunan diluar kegiatan kehutanan yang bersifat permanen yang harus menggunakan kawasan hutan, menghilangkan enclave dalam rangka memudahkan pengelolaan kawasan hutan, dan memperbaiki batas kawasan hutan. Tukar menukar kawasan hutan dilakukan dengan kewajiban menyediakan lahan pengganti.

Setiap perubahan peruntukan atau perubahan fungsi kawasan hutan, terlebih dahulu wajib didahului dengan penelitian terpadu yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah yang kompeten dan memiliki otoritas ilmiah bersama-sama dengan pihak lain yang terkait.

Untuk hal-hal tertentu yang berdampak penting dan cakupan yang luas serta bernilai strategis, perubahan peruntukan kawasan hutan yang dilakukan oleh Pemerintah harus memperhatikan aspirasi rakyat melalui persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Badminton

Badminton
Written by asiamind
Wednesday, 30 July 2008 15:01

Badminton

Antara acara sukan yang wujud di dunia ini yang melibatkan penggunaan raket sebagai alat pukulan bulu tangkis ialah acara sukan badminton. Tidak dinafikan bahawa acara sukan badminton ini boleh dikatakan suatu acara sukan yang popular sejak dari zaman silam. Acara sukan ini dimainkan oleh sama ada dua orang pemain yang bertentangan iaitu berlawan secara perseorangan ataupun dua pasangan bertentangan iaitu beregu sepasukan.

Sejarah badminton di mata dunia.

Acara sukan ini telah mendapat sambutan yang hangat di seluruh pelusuk negara-negara di dunia, sukan ini pada mulanya dimainkan di Yunani Silam dan Mesir tetapi negara England membentuk acara sukan ini sebagai acara sukan yang mempunyai undang-undang, meskipun begitu, Undang-undang tersebut telah dirujuk asal kepada negara india pada tahun 1887. Selepas itu, acara sukan ini terlalu mendapat sambutan yang tinggi menggunug daripada semua pihak dan ianya menyebabkan undang-undang itu digubal semula pada tahun 1893 oleh Badminton Association of England. Akhir sekali undang-undang acara sukan ini diperketatkan pada 13/9/1893. Acara sukan ini berjaya menjadikan suatu acara yang di antara boleh menggemparkan seluruh negara di dunia dengan kejohanan badminton sedunia yang melibatkan negara-negara di dunia.

Peraturan sukan badminton.

Sememangnya yang diketahui bahawa setiap acara sukan mempunyai peraturan-peraturan yang ditetapkan. Dalam acara sukan badminton, peraturan yang telah ditertibkan adalah posisi pemain yang dimana ianya bertentangan di dalam sebuah gelanggang empat segi yang dibahagikan ditengah-tengah gelanggang oleh jaring. Mata dikira melalui pukulan bulu tangkis dengan menggunakn raket, dan bulu tangkis tersebut perlu melepasi bahagian atas jaring dan jatuh ke kawasan lantai pihak lawan. Bulu tangkis hanya boleh dipukul sekali sahaja bagi setiap sisi sebelum ia melepasi bahagian atas jaring.

Pemain badminton

Pemain badminton memerlukan ketinggian yang agak tinggi, selain itu, pemain acara sukan ini memerlukan penjagaan kesihatan yang rapi, stamina juga adalah aspek yang penting semasa pemain beraksi di gelanggang supaya pemain tidak mudah rasa penat malahan mempunyai tenaga belebihan. Selain itu, sebagai pemain acara sukan badminton perlu mempunyai ketangkasan yang luar biasa, aspek ini perlu ada pada setiap pemain acara sukan badminton adalah untuk ketangkasan membalas pukulan bulu tangkis oleh pihak lawan.kekuatan pada kaki pemain diperlukan kerana untuk membuat lompatan tinggi apabila pemain itu hendak melakukan pukulan yang tajam (smash) dan ianya di sokong oleh kekuatan tangan juga untuk menghayun semasa melakukan pukulan smash itu.

Pembahagian badminton

Pembahagian badminton terbahagi kepada lima iaitu, perseorangan lelaki dan perempuan, beregu lelaki dan perempuan, dan beregu campuran, yang mana setiap pasangannya ialah lelaki dan perempuan. Antara negara-negara di dunia ini yang mempunyai pemain profesional bertaraf dunia ialah negara Denmark, China, Indonesia, Korea Selatan dan juga Malaysia.

Aturan Penggunaan Helm SNI Dianggap Sepi

Kamis, 08 April 2010 | 11:25 WIB
Besar Kecil Normal

Polisi memberikan helm Standar Nasional Indonesia (SNI). TEMPO/Tony Hartawan
TEMPO Interaktif,Jakarta:Pemberlakukan ketentuan wajib menggunakan helm dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang efektif mulai 1 April lalu hingga saat ini masih belum optimal dipatuhi pengguna sepeda motor. Kurang intensifnya sosialisasi ditengarai sebagai penyebab utamanya.

“Harus diakui bahwa penggunaan helm SNI seperti yang diamanatkan Undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan pasal 106 ayat 8, dalam waktu sepekan ini belum menunjukkan hasil yang signifikan. Terkesan sepi-sepi saja,” papar Edo Rusyanto, Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Road Safety Association (RSA) saat dihubungi Tempo, di Jakarta, Kamis (8/4).

Minimnya sosialisasi baik yang menyangkut pemberlakuan beleid anyar itu, manfaat penggunaan helm yang berstandar, kualitas dan karakter helm yang berstandar, maupun bentuk yang diperbolehkan merupakan penyebab sikap tak acuh masyarakat.

“Semestinya Departemen Perhubungan dan Polisi gencar melakukan sosialisasi, dan jangan melakukannya dengan pendekatan razia. Masyarakat justeru bisa salah paham, dan konotasinya jelek,” tandas Edo .

Masih rendahnya penyerapan helm berstandar SNI oleh masyarakat juga diakui oleh John Manaf, Ketua Umum Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI). Namun, menurut John, hal itu wajar karena pemberlakuan juga masih relatif baru.

“Kan masih seminggu, wajar kalau masih belum banyak orang membeli. Tetapi dari laporan sementara, sudah ada peningkatan penjualan meskipun masih kecil,” aku dia kepada Tempo di Jakarta, Kamis (8/4).

Meskipun demikian John mengaku optimistis penjualan helm berstandar itu akan meningkat pesat pada tahun ini. Selain penjualan sepeda motor tahun ini diperkirakan mencapai 6 juta unit, populasi motor lama juga cukup banyak sekitar 30 – 40 juta.

“Dalam undang-undang disebutkan bahwa pabrikan yang menjual motor baru harus memberikan satu helm berstandar SNI. Kemudian pemilik lama yang membeli helm baru. Sehingga tahun ini kami targetkan penjualan mencapai 24 juta buah helm,” paparnya.

John juga mengaku aturan yang mewajibkan pemakaian helm SNI itu akan efektif. Pasalnya, aturan itu merupakan undang-undang sehingga memiliki landasan hukum yang kuat. Kedua, alasan penggunaan helm berstandar juga sangat masuk akal yaitu untuk melindungi bagian terpenting dari tubuh yaitu kepala.

“Ini akan mengurangi risiko fatal bila terjadi kecelakaan. Kalau sekarang masih kecil pembelian oleh masyarakat, ini masalah waktu saja,” terang dia.

Sedangkan ihwal helm asal luar negeri yang masuk ke Indonesia , John mengaku tak jadi soal sepanjang produk tersebut memenuhi standar SNI yang diberlakukan oleh pemerintah. “Karena ini ketentuan universal yang ditetapkan oleh WTO (World Trade Organization), kalau produk kita mau masuk Amerika juga disyaratkan harus memenuhi standar negara itu. Begitu pun di Eropa, Jepang, dan sebagainya. Jadi fair kan , nah kita juga harus melindungi industri dalam negeri,” ujar John.

Sementara beberapa pengendara motor dan penjual helm yang ditemui Tempo mengaku meski sudah mendengar aturan wajib menggunakan helm SNI tetapi masih akan menggunakan helm yang ada.

“Sekarang yang penting itu bentuk helm dan ada tulisan SNI atau fungsinya. Kalau saya menggunakan helm AGM, ini impor harganya juag lebih mahal. Apakah harus beli lagi gara-gara tidak ada tulisan SNI,” kata Feriawan, karyawan perusahaan penyiaran di kawasan Kebon Jeruk.

Adapun Wasis, pedagang helm kaki lima di Srengseng Sawah mengaku tetap menjajakan helm non SNI. Pasalnya, permintaan dari konsumen masih ada. “Karena harganya lebih murah, yang tanpa tutup muka (half face) ini antara Rp 50 – Rp 60 ribu. Tetapi kalau ada yang cari standar (SNI) juga ada disini, cuma sampai saat ini masih belum ada yang beli,” aku Wasis.

ARIF ARIANTO

Demo Bahaya Radiasi Handphone

7 Agustus 2009
Pemakaian handphone tampaknya saat ini semakin luas seiring dengan semakin dibutuhkannya handphone sebagai alat komunikasi cepat. Saat ini bukan hanya orang dewasa saja yang menggunakan handphone, anak-anak pun semakin banyak yang menggunakan sarana komunikasi ini. Orangtua harus berpikir dua kali sebelum memenuhi permintaan anaknya yang masih duduk di sekolah dasar memiliki telepon genggam. Sebab menurut sebuah penelitian, menggunakan telepon genggam sejak dini mempunyai risiko jangka panjang untuk kesehatan mereka.
Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, mengatakan radiasi elektromagnetik dari telepon genggam dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak. Orangtua seharusnya tidak memberikan telepon genggam pada anak-anak yang berusia 8 tahun atau di bawahnya sebagai tindakan pencegahan gangguan radiasi dari alat-alat tersebut.
Di seluruh dunia saat ini terdapat 570 juta pemakai hand-phone dan dalam jangka waktu 5 tahun lagi jumlahnya akan terus meningkat hingga mencapai 2,4 miliar.
Sudah banyak yang tahu tentang bahayanya signal handphone. Lebih bahaya lagi karena kita sering menggunakannya. Berbagai macam tips sudah kita ketahui bersama seperti gunakanlah handphone pada telinga sebelah kiri ketimbang sebelah kanan dan lainnya.
Berikut ini demo yang memperlihatkan bahaya signal handphone Anda!
Bahan yang diperlukan:
1. 8 Buah handphone
2. Sedikit biji popcorn (jagung)
3. Baiknya dilakukan oleh 4 orang
Cara demo:
1. Taruh handphone pada 4 arah mata angin di atas meja. Utara, Timur, Selatan dan Barat.
2. Beri jarak sehingga ditengah-tengah ke-4 handphone terdapat ruang kosong.
3. Taruh biji popcorn (jagung) ditengan-tengah 4 handphone tersebut
4. Masing-masing orang dengan sisa 4 handphone menelpon secara bersamaan ke masing-masing handphone yang terletak di atas meja.
5. Orang-1 dengan handphone-1 menelpon ke handphone yang terletak di Utara.
6. Orang-2 dengan handphone-2 menelpon ke handphone yang terletak di Timur.
7. Dan seterusnya
8. Lihat apa yang terjadi pada biji popcorn tersebut.
Biji popcorn langsung masak!
Bisa dibayangkan kita sebagai biji popcorn, sedangkan 4 handphone di atas meja adalah menara-menara BTS yang tersebar di antara kita, yang menerima dan menyambungkan panggilan signal handphone? Matanglah kita!